Fenomena Thrifting di Indonesia: Gaya Hidup Hemat yang Jadi Tren Milenial dan Gen Z

Jakarta, 27 Juni 2025 — Tren thrifting atau belanja barang bekas kembali mencuri perhatian masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Aktivitas ini bukan lagi sekadar alternatif belanja hemat, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan pernyataan mode yang unik dan berkelanjutan.

Pasar thrift atau yang lebih dikenal sebagai thrift shop menjamur di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. Mulai dari lapak kaki lima, bazar akhir pekan, hingga toko daring di platform media sosial, semua menawarkan berbagai pilihan pakaian second-hand berkualitas dengan harga terjangkau.

Menurut pengamat gaya hidup, thrifting tidak hanya menawarkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. “Dengan membeli barang bekas, kita turut mengurangi limbah tekstil yang menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi di dunia,” ujar Dini Larasati, seorang aktivis mode berkelanjutan dari Jakarta.

Selain alasan ekologis, faktor unik dan eksklusivitas menjadi daya tarik tersendiri bagi para thrifter. Banyak pembeli mencari item fesyen retro, vintage, atau bahkan produk bermerek internasional yang sudah tidak diproduksi lagi. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk tampil beda tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Namun, tren ini juga menimbulkan beberapa kontroversi. Maraknya impor pakaian bekas dari luar negeri menuai kritik karena dinilai bisa merugikan industri tekstil lokal. Pemerintah Indonesia pun beberapa kali mengeluarkan larangan dan razia terhadap pakaian bekas impor ilegal.

Meski begitu, fenomena thrifting masih menunjukkan geliat yang positif. Banyak pelaku usaha lokal yang mulai memanfaatkan tren ini untuk membuka peluang bisnis, bahkan mengubah barang bekas menjadi produk baru yang lebih bernilai melalui konsep upcycling.

Dengan kombinasi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan, thrifting diprediksi akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari ekosistem fesyen Indonesia di masa depan.

  • Related Posts

    Fintech Syariah Kuasai Ekonomi Digital Timur Tengah, Nilai Pasar Tembus US$150 Miliar

    Industri fintech syariah mencatat pertumbuhan pesat di Timur Tengah, dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai US$150 miliar tahun ini. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan layanan keuangan digital yang…

    Pasar Tradisional Go Digital: QRIS dan E‑Warung Kini Semakin Masif Diterapkan

    🏪 Transformasi Pasar Tradisional Menuju Digital Pasar tradisional kini tidak hanya soal barang segar dan tawar-menawar, melainkan juga arena perkembangan digital yang dijalankan melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan kelengkapan…

    You Missed

    Moving On – Andien: Melepaskan Masa Lalu

    Bunda – Potret (Melly Goeslaw): Lagu Haru untuk Ibu

    Bali United Kembali Tampil Menyakinkan, Kalahkan Madura United

    Bali United Perlihatkan Performa Solid Saat Mengalahkan Persela Lamongan

    Tak Pernah Ada – Marcell: Cinta yang Hanya Ilusi

    Judul: Garuda Muda Raih Runner-Up Piala Kemerdekaan 2025 Usai Tertahan Mali 1–2