Panggung Musik Jadi Ajang Solidaritas: Pengibaran Bendera Palestina Gema Dukungan dari Para Musisi Dunia

Aksi pengibaran bendera Palestina oleh para musisi saat tampil di atas panggung kembali menarik perhatian dunia. Di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, sejumlah musisi internasional dan lokal menjadikan pertunjukan musik sebagai wadah solidaritas kemanusiaan dan bentuk protes damai terhadap ketidakadilan.


🎤 Musisi dan Aksi Solidaritas Global

Beberapa nama besar yang mengibarkan atau menampilkan simbol dukungan terhadap Palestina di panggung konser:

  • Burna Boy, musisi asal Nigeria, mengangkat bendera Palestina saat tampil di Berlin, seraya menyerukan “kebebasan bagi rakyat Palestina.”

  • Roger Waters (eks Pink Floyd) sejak lama dikenal sebagai vokal kritikus kebijakan Israel, dan rutin mengibarkan bendera Palestina saat tur dunia.

  • Macklemore, rapper asal AS, mengenakan selendang keffiyeh Palestina saat tampil di Coachella 2025 dan menyebut penderitaan rakyat Gaza sebagai “luka kolektif umat manusia.”

  • Di Indonesia, beberapa musisi indie seperti Efek Rumah Kaca dan .Feast sempat menyisipkan pesan pro-Palestina dalam penampilan mereka.


📣 Simbol atau Sikap Politik?

Bagi banyak penonton, aksi tersebut tidak sekadar simbol, melainkan sikap politik terbuka yang menggugah kesadaran publik tentang krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat. Pengibaran bendera Palestina kerap diiringi dengan seruan:

  • “Free Palestine!”

  • “Stop the occupation!”

  • “Justice for Gaza!”

Beberapa konser juga menyertakan visual grafis tentang penderitaan anak-anak Palestina, serta kampanye donasi melalui kolaborasi dengan organisasi kemanusiaan.


🧭 Kontroversi dan Risiko

Meskipun banyak diapresiasi, aksi pengibaran bendera Palestina saat manggung tak lepas dari kontroversi, khususnya di negara-negara Barat atau beraliansi kuat dengan Israel:

  • Beberapa musisi diboikot oleh promotor atau media tertentu.

  • Sponsor perusahaan menarik dukungan dari acara yang dianggap “terlalu politis.”

  • Ada kasus penolakan visa atau pembatalan panggung di beberapa negara.

Namun demikian, para musisi yang melakukannya menegaskan bahwa kemanusiaan bukan sekadar isu politik, tapi nurani bersama.


🤝 Dukungan Netizen dan Gerakan Sosial

Di media sosial, aksi-aksi ini kerap menjadi trending dengan tagar seperti:

  • #FreePalestine

  • #ArtistsForPalestine

  • #StandWithGaza

  • #PanggungUntukPalestina

Generasi muda khususnya melihat para musisi ini sebagai agen perubahan dan menyuarakan solidaritas lintas batas melalui budaya populer.


✅ Kesimpulan

Aksi pengibaran bendera Palestina saat konser musik bukan hanya sekadar gestur panggung, tetapi menjadi cerminan kesadaran kolektif akan pentingnya keadilan dan hak asasi manusia. Di era di mana suara publik bisa menggema lewat media dan budaya, para musisi mengambil peran sebagai corong solidaritas, membuktikan bahwa seni dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan di tengah kompleksitas dunia.

Related Posts

Moving On – Andien: Melepaskan Masa Lalu

Andien dikenal sebagai salah satu penyanyi Indonesia yang mampu menghadirkan karya musik penuh penghayatan dengan nuansa pop-jazz khasnya. Dalam lagu “Moving On”, ia menyuguhkan kisah yang sangat relevan bagi banyak…

Bunda – Potret (Melly Goeslaw): Lagu Haru untuk Ibu

“Bunda” adalah salah satu lagu paling ikonik dari grup musik Potret, yang digawangi oleh Melly Goeslaw bersama Anto Hoed. Dirilis pada akhir 1990-an, lagu ini langsung mendapat tempat istimewa di…

You Missed

Moving On – Andien: Melepaskan Masa Lalu

Bunda – Potret (Melly Goeslaw): Lagu Haru untuk Ibu

Bali United Kembali Tampil Menyakinkan, Kalahkan Madura United

Bali United Perlihatkan Performa Solid Saat Mengalahkan Persela Lamongan

Tak Pernah Ada – Marcell: Cinta yang Hanya Ilusi

Judul: Garuda Muda Raih Runner-Up Piala Kemerdekaan 2025 Usai Tertahan Mali 1–2