Jakarta, 5 September 2026 – Kementerian Pariwisata mendorong masyarakat memanfaatkan kereta api sebagai salah satu moda transportasi utama untuk melakukan perjalanan wisata di berbagai daerah Indonesia. Penggunaan transportasi berbasis rel dinilai dapat mendukung peningkatan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus menciptakan perjalanan yang lebih nyaman, terencana, dan terintegrasi dengan destinasi. Kereta api memiliki keunggulan karena menghubungkan sejumlah kota dengan kawasan yang mempunyai potensi wisata besar, khususnya di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Konektivitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pola perjalanan sehingga wisatawan tidak hanya mengunjungi destinasi utama, tetapi juga menjelajahi kawasan di sepanjang koridor perjalanan. Kemenpar melihat sektor transportasi mempunyai peran strategis dalam menentukan kemudahan wisatawan mencapai suatu destinasi. Semakin baik akses yang tersedia, semakin besar pula peluang daerah menerima kunjungan dan memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.
Dorongan penggunaan kereta api juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perjalanan wisata di dalam negeri. Pergerakan wisatawan nusantara mempunyai kontribusi penting terhadap perputaran ekonomi karena pengeluaran selama perjalanan dapat memberikan dampak langsung kepada berbagai sektor. Wisatawan membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi lokal, tiket atraksi, produk ekonomi kreatif, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Aktivitas tersebut kemudian menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dalam skala besar maupun usaha mikro, kecil, dan menengah. Karena itu, kemudahan transportasi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan orang dari satu wilayah ke wilayah lain. Konektivitas yang baik dapat menjadi instrumen untuk memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata.
Kereta api dinilai mempunyai karakter yang sesuai untuk perjalanan wisata karena menawarkan kepastian rute dan waktu perjalanan yang relatif terukur. Wisatawan dapat menyusun agenda sejak keberangkatan, menentukan destinasi yang akan dikunjungi, serta menghubungkannya dengan moda transportasi lanjutan. Peningkatan fasilitas di sejumlah stasiun juga membuat perjalanan semakin mudah bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Selain itu, perjalanan menggunakan kereta memberikan pengalaman tersendiri karena penumpang dapat menikmati perubahan pemandangan sepanjang rute. Unsur perjalanan tersebut bahkan dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata, bukan sekadar sarana menuju tujuan akhir. Pendekatan ini membuka peluang menghadirkan paket wisata yang menggabungkan perjalanan kereta dengan atraksi di sejumlah kota.
Kolaborasi antara sektor pariwisata dan operator transportasi menjadi penting untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Kemenpar mendorong terbentuknya paket perjalanan yang memungkinkan wisatawan memperoleh akses lebih mudah terhadap tiket transportasi, akomodasi, destinasi, dan kegiatan wisata. Integrasi tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan tanpa harus mengatur seluruh kebutuhan secara terpisah. Pelaku industri perjalanan juga mempunyai kesempatan menciptakan produk baru berdasarkan jaringan kereta yang sudah tersedia. Paket perjalanan akhir pekan, wisata budaya, wisata kuliner, perjalanan keluarga, hingga wisata berbasis acara dapat dikembangkan berdasarkan karakter setiap rute. Semakin beragam produk yang ditawarkan, semakin besar kemungkinan masyarakat melakukan perjalanan lebih sering.
Stasiun kereta api juga berpotensi dikembangkan menjadi pintu masuk yang memperkenalkan identitas destinasi kepada wisatawan. Informasi mengenai atraksi, agenda budaya, kuliner, transportasi lokal, dan produk kreatif dapat disediakan sejak wisatawan tiba. Pendekatan tersebut membantu pengunjung menentukan kegiatan sekaligus mengarahkan pergerakan mereka menuju destinasi yang mungkin belum banyak dikenal. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pengelola stasiun dan pelaku pariwisata untuk menghadirkan informasi yang mudah dipahami. Produk UMKM lokal juga berpeluang memperoleh ruang promosi sehingga wisatawan dapat mengenal produk khas daerah sejak memasuki kawasan. Dengan demikian, fungsi stasiun dapat berkembang dari sekadar tempat naik dan turun penumpang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.
Kemenpar juga melihat konektivitas antarmoda sebagai faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan wisata berbasis kereta api. Tidak seluruh objek wisata berada dekat dengan stasiun sehingga wisatawan tetap membutuhkan transportasi untuk menyelesaikan perjalanan menuju destinasi. Integrasi dengan bus, angkutan perkotaan, kendaraan wisata, maupun moda transportasi lainnya perlu diperkuat agar perpindahan berlangsung lebih mudah. Informasi mengenai pilihan transportasi lanjutan juga harus tersedia dengan jelas sehingga wisatawan tidak mengalami kesulitan setelah tiba. Pemerintah daerah mempunyai peran penting dalam membangun konektivitas dari stasiun menuju kawasan wisata. Apabila perjalanan dari titik kedatangan hingga destinasi dapat dilakukan secara praktis, minat masyarakat menggunakan transportasi umum untuk berwisata berpotensi meningkat.
Penggunaan kereta api dalam perjalanan wisata turut berkaitan dengan pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Transportasi massal dapat mengangkut banyak penumpang dalam satu perjalanan sehingga menjadi alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi secara individual. Peningkatan penggunaan angkutan umum juga berpotensi membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada periode liburan di sejumlah jalur wisata. Namun manfaat tersebut membutuhkan dukungan pelayanan yang konsisten, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan, kebersihan, keamanan, hingga kemudahan mendapatkan tiket. Wisatawan akan lebih bersedia meninggalkan kendaraan pribadi apabila transportasi umum mampu memberikan pengalaman perjalanan yang dapat diandalkan. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan tetap menjadi bagian penting dari strategi mendorong perubahan pilihan moda.
Momentum libur panjang dan akhir pekan menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan pergerakan wisatawan menggunakan kereta. Pada periode tersebut, permintaan perjalanan biasanya meningkat karena masyarakat mempunyai waktu lebih panjang untuk mengunjungi daerah lain. Informasi mengenai destinasi yang dapat dijangkau menggunakan kereta dapat diperkuat agar wisatawan mempunyai lebih banyak pilihan perjalanan. Promosi juga dapat diarahkan kepada destinasi alternatif untuk mengurangi konsentrasi pengunjung di lokasi yang sudah sangat populer. Penyebaran wisatawan menuju lebih banyak daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata sekaligus membantu mengelola kepadatan. Strategi tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah, operator transportasi, pemerintah daerah, dan industri pariwisata.
Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif menjadi kelompok yang berpotensi memperoleh dampak langsung apabila pergerakan wisatawan meningkat. Setiap kedatangan wisatawan menciptakan kebutuhan terhadap makanan, oleh-oleh, kerajinan, jasa pemandu, transportasi lokal, serta berbagai produk lainnya. Daerah yang berada dalam jaringan perjalanan kereta dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan mengembangkan produk yang mempunyai identitas kuat. Pemerintah daerah juga dapat menghubungkan agenda festival, pertunjukan budaya, pameran, dan kegiatan olahraga dengan akses transportasi yang tersedia. Informasi perjalanan yang terintegrasi dapat membantu masyarakat menentukan waktu kunjungan sesuai agenda di destinasi. Dengan cara tersebut, peningkatan mobilitas dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat lokal.
Kementerian Pariwisata berharap pemanfaatan kereta api dapat semakin memperkuat pergerakan wisatawan nusantara sekaligus meningkatkan kualitas perjalanan di dalam negeri. Strategi tersebut membutuhkan integrasi antara transportasi, destinasi, promosi, pelayanan, dan pengembangan produk wisata sehingga kemudahan akses benar-benar menghasilkan peningkatan kunjungan. Kereta api dapat menjadi bagian penting dalam membangun pola perjalanan yang menghubungkan beberapa kota dan destinasi dalam satu rangkaian wisata. Pemerintah juga mendorong pelaku industri memanfaatkan konektivitas yang tersedia untuk menghadirkan paket perjalanan yang kreatif dan kompetitif. Jika konektivitas antarmoda dan pelayanan terus diperkuat, masyarakat mempunyai semakin banyak alasan memilih angkutan umum ketika melakukan perjalanan wisata. Peningkatan mobilitas tersebut pada akhirnya diharapkan memperluas pemerataan manfaat pariwisata serta menggerakkan ekonomi masyarakat




