“Viral! Anak Kecil di Makassar Fasih 5 Bahasa Asing, Dapat Beasiswa dari Pemerintah Jerman”

12 Juli 2025

Makassar — Publik dibuat takjub oleh aksi seorang anak laki-laki berusia 9 tahun asal Makassar, Rizky Farhan Aulia, yang terekam fasih berbicara dalam 5 bahasa asing: Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Mandarin. Video Rizky saat diwawancara oleh seorang turis Jepang di Pantai Losari viral dan telah ditonton lebih dari 40 juta kali di TikTok dan Instagram Reels.

Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik, Rizky menjawab pertanyaan turis tersebut dengan lancar dalam bahasa Jepang, lalu menyambung percakapan dengan turis lainnya dalam bahasa Inggris dan Mandarin, membuat netizen tercengang.


Belajar Bahasa Lewat Internet dan Buku Bekas

Rizky berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang las dan ibunya sebagai penjual gorengan. Meski tidak memiliki akses ke kursus mahal, Rizky belajar bahasa asing dari YouTube, buku bekas, dan aplikasi gratis.

“Saya suka nonton kartun dan channel orang luar. Lama-lama saya tiru dan pelajari,” ujarnya dengan polos.

Orang tuanya mengatakan Rizky sering berbicara sendiri di depan cermin dan menulis catatan multibahasa dalam buku kecilnya.


Tawaran Beasiswa dan Undangan Internasional

Kejeniusan Rizky membuat Kedutaan Besar Jerman menawarkan program beasiswa pelatihan linguistik jangka panjang. Ia juga mendapat undangan dari TEDx Youth Indonesia untuk tampil sebagai pembicara muda dalam waktu dekat.


Netizen: Anak Ajaib dari Makassar

Tagar #RizkyLinguist, #AnakMakassarHebat, dan #BocahMultilingual jadi trending topik nasional. Warganet menyebut Rizky sebagai “poliglot termuda Indonesia” dan menyarankan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada anak-anak jenius dari kalangan tidak mampu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga turut mengapresiasi Rizky dan berencana memberikan bantuan pendidikan jangka panjang.


Kesimpulan

Kisah Rizky adalah gambaran nyata bahwa bakat luar biasa bisa muncul dari tempat yang tak terduga. Dengan kemauan belajar tinggi dan dukungan orang tua, ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang untuk bersinar di panggung dunia.

Related Posts

Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Permanen

Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Permukiman dan Infrastruktur Pascabencana (Satgas PRR) mendorong adanya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat proses pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana. Upaya ini…

Kisah Fatoni, Penyandang Disabilitas Perancang Sistem Siaga Bencana di NTB

Mataram – Di balik keterbatasan fisik yang dimilikinya, Fatoni justru menunjukkan kontribusi besar dalam bidang kebencanaan. Ia dikenal sebagai sosok yang terlibat dalam perancangan sistem siaga bencana di Nusa Tenggara…

You Missed

Andra Soni Hormati Penghentian Pencarian Arupadhatu I, Pemantauan Tetap Berlanjut

Andra Soni Hormati Penghentian Pencarian Arupadhatu I, Pemantauan Tetap Berlanjut

Trump Klaim Iran Hubungi Washington Secara Langsung untuk Membahas Kesepakatan

Trump Klaim Iran Hubungi Washington Secara Langsung untuk Membahas Kesepakatan

Basarnas Masuki Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Operasi Bisa Diperpanjang Jika Ada Petunjuk Baru

Basarnas Masuki Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Operasi Bisa Diperpanjang Jika Ada Petunjuk Baru

Komisi V DPR Siapkan Panja untuk Dalami Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Komisi V DPR Siapkan Panja untuk Dalami Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Saudi Siapkan Balasan setelah Digempur Rudal dan Drone Houthi

Saudi Siapkan Balasan setelah Digempur Rudal dan Drone Houthi

Musik Daul Pamekasan Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Musik Daul Pamekasan Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia