Jakarta, 9 September 2026 – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang memberikan ruang besar bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. Program tersebut mencakup bidang inklusi sosial, pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai relawan dan penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Kementerian PPPA menilai terbukanya akses dan kesempatan bagi perempuan dapat memperkuat kemandirian sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperluas partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemandirian perempuan. Manfaat dari pemberdayaan tersebut dinilai tidak berhenti pada individu yang mendapatkan kesempatan, tetapi dapat meluas kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Perempuan yang mempunyai akses terhadap pekerjaan, pendidikan, keterampilan, dan kegiatan ekonomi memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarganya. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam program sosial perusahaan diharapkan tidak sekadar bersifat simbolis, tetapi memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kementerian PPPA juga berharap program pemberdayaan semacam ini dapat membantu lebih banyak perempuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya.
Pelindo memperluas manfaat TJSL melalui tiga inisiatif yang mempunyai kelompok sasaran berbeda tetapi membawa tujuan serupa, yakni membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat untuk semakin mandiri. Program tersebut meliputi penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas, pemberangkatan relawan Port Captain Inspirasi 2026 ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, serta pemberian bantuan sarana usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ketiga program dirancang berdasarkan kebutuhan konkret yang dihadapi kelompok penerima manfaat. Dukungan terhadap penyandang disabilitas diarahkan untuk meningkatkan mobilitas, sementara kegiatan di wilayah 3T berfokus pada perluasan manfaat pendidikan dan kesehatan. Adapun bantuan kepada UMKM ditujukan untuk memperkuat sarana usaha sehingga pelaku ekonomi kecil memiliki peluang mengembangkan bisnis secara lebih baik.
Besarnya keterlibatan perempuan terlihat dari komposisi peserta maupun penerima manfaat dalam sejumlah kegiatan tersebut. Dari 20 pekerja yang terpilih sebagai relawan Port Captain Inspirasi 2026, sebanyak 16 orang merupakan perempuan. Mereka dijadwalkan menjalankan kegiatan sosial bersama masyarakat di Banda Aceh, Garut, Sumbawa, dan Ambon. Sementara itu, dari 53 pelaku UMKM yang memperoleh bantuan sarana usaha, sebanyak 41 penerima merupakan perempuan. Pelindo juga menyalurkan alat bantu kepada 25 penyandang disabilitas untuk mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari, dengan delapan penerima di antaranya merupakan perempuan. Komposisi tersebut memperlihatkan keterlibatan perempuan yang cukup dominan dalam sejumlah program sosial yang dijalankan perusahaan.
Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi menjelaskan berbagai program TJSL tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Menurutnya, kelompok masyarakat memiliki tantangan yang berbeda sehingga bentuk intervensi juga perlu disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat. Penyandang disabilitas membutuhkan dukungan untuk memperkuat mobilitas, masyarakat di wilayah 3T membutuhkan akses yang lebih luas terhadap pelayanan dasar, sedangkan pelaku UMKM membutuhkan fasilitas untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan skala usaha. Keseluruhan program tersebut memiliki tujuan akhir yang sama, yakni memperluas akses dan menciptakan kesempatan agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri. Tingginya keterlibatan perempuan juga menunjukkan besarnya peran mereka sebagai penerima manfaat sekaligus pihak yang mampu menggerakkan perubahan sosial.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, dukungan sarana usaha menjadi salah satu bagian penting karena banyak perempuan menggantungkan pendapatan keluarga pada kegiatan UMKM. Kementerian PPPA mencatat perempuan mempunyai kontribusi besar dalam struktur usaha mikro dan kecil sehingga peningkatan kapasitas kelompok tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas. Bantuan berupa fasilitas usaha diharapkan tidak hanya mempertahankan kegiatan ekonomi penerima, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas dan nilai jual produk mereka. Salah satu penerima bantuan adalah Zahra, pelaku usaha Bubur Maniez di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memperoleh dukungan gerobak untuk menunjang kegiatan usahanya sehari-hari. Dukungan yang terlihat sederhana tersebut dapat menjadi aset penting bagi pelaku usaha kecil karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan sumber penghasilan mereka.
Selain pemberdayaan ekonomi, program Port Captain Inspirasi 2026 memperluas kontribusi pekerja Pelindo melalui kegiatan sosial di sejumlah daerah. Sebanyak 20 pekerja terpilih akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat di empat wilayah yang menjadi tujuan program. Keterlibatan 16 perempuan dalam kelompok relawan tersebut memperlihatkan bahwa peran perempuan dalam TJSL tidak terbatas sebagai penerima bantuan. Mereka juga mengambil posisi sebagai pelaksana kegiatan yang membawa pengetahuan, pengalaman, dan kontribusi sosial kepada masyarakat di daerah tujuan. Pola seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial. Pada saat bersamaan, perusahaan dapat memperluas jangkauan program TJSL hingga masyarakat yang berada jauh dari pusat kegiatan operasional utama.
Pelindo sebelumnya juga menjalankan program yang secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan perempuan pelaku UMKM menghadapi transformasi digital. Melalui program Her Impact, perempuan pelaku usaha mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan platform digital, strategi komunikasi pemasaran, serta keterampilan membuat konten kreatif untuk memperluas promosi produk. Upaya tersebut menunjukkan pemberdayaan ekonomi tidak hanya dapat dilakukan melalui pemberian fasilitas fisik, tetapi juga melalui peningkatan keterampilan yang relevan dengan perubahan pola perdagangan. Kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting bagi UMKM karena konsumen semakin banyak menggunakan kanal digital dalam mencari dan membeli produk. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan membantu perempuan pelaku usaha memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing bisnisnya.
Kementerian PPPA berharap berbagai program pemberdayaan yang melibatkan perempuan dapat dijalankan secara berkelanjutan sehingga dampaknya tidak berhenti setelah bantuan diberikan. Keberlanjutan menjadi penting karena peningkatan kemandirian ekonomi membutuhkan proses mulai dari penyediaan sarana, penguatan keterampilan, pendampingan hingga perluasan akses pasar. Bagi Pelindo, program TJSL juga menjadi bagian dari upaya memberikan dampak sosial yang lebih luas kepada masyarakat di sekitar maupun di luar kawasan pelabuhan. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonominya. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan diharapkan turut memperkuat kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi nasional.





