Mood Berubah Menjelang Menstruasi Bukan Sekadar Baper, Hormon Punya Peran Besar

Jakarta, 20 September 2026 – Perubahan suasana hati menjelang menstruasi sering membuat perempuan merasa lebih mudah tersinggung, sedih, cemas, atau sensitif dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut bukan semata-mata persoalan perasaan, melainkan dapat berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi sepanjang siklus menstruasi. Gejala emosional ini menjadi bagian yang umum dari sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). Selain perubahan mood, PMS dapat disertai kelelahan, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, sakit kepala, nyeri payudara, hingga perut kembung. Tingkat keparahan dan kombinasi gejalanya dapat berbeda pada setiap orang maupun berubah dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Salah satu faktor yang berperan adalah perubahan kadar estrogen dan progesteron setelah ovulasi. Kedua hormon tersebut meningkat dan kemudian menurun menjelang menstruasi apabila tidak terjadi kehamilan. Perubahan hormonal itu dapat memengaruhi sistem kimia di otak yang berhubungan dengan pengaturan suasana hati. Karena itu, sebagian perempuan dapat mengalami perubahan emosi beberapa hari hingga sekitar dua minggu sebelum menstruasi dimulai. Gejala umumnya membaik setelah menstruasi mulai berlangsung dan kadar hormon kembali berubah. Pola yang berulang mengikuti siklus menjadi salah satu karakteristik penting dalam mengenali PMS.

Serotonin juga sering dikaitkan dengan munculnya gejala emosional menjelang menstruasi. Zat kimia otak tersebut berperan dalam mengatur suasana hati, tidur, dan sejumlah fungsi lainnya. Perubahan hormon reproduksi dapat berinteraksi dengan sistem neurotransmiter sehingga sebagian perempuan menjadi lebih rentan terhadap perubahan mood. Hal ini dapat muncul dalam bentuk mudah marah, merasa murung, menangis tanpa pemicu yang biasanya dianggap besar, atau kesulitan berkonsentrasi. Namun, respons terhadap perubahan hormon tidak sama pada setiap orang. Ada perempuan yang hampir tidak merasakan perubahan emosional, sementara sebagian lainnya mengalami gejala yang cukup mengganggu aktivitas.

Kondisi fisik yang muncul bersamaan juga dapat membuat perubahan suasana hati terasa lebih berat. Nyeri atau kram perut, payudara terasa sensitif, sakit kepala, munculnya jerawat, perubahan nafsu makan, hingga gangguan tidur dapat menurunkan kenyamanan selama periode pramenstruasi. Kurang tidur dan kelelahan kemudian dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah bereaksi terhadap tekanan sehari-hari. Karena itu, perubahan mood menjelang menstruasi biasanya tidak berdiri sebagai satu gejala tunggal. Kombinasi perubahan hormonal, kondisi fisik, pola tidur, serta tekanan yang sedang dihadapi dapat menentukan seberapa berat keluhan yang dirasakan. Mengenali pola tersebut dapat membantu perempuan memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya.

Meski umum terjadi, perubahan mood menjelang menstruasi tetap perlu diperhatikan apabila intensitasnya sangat berat. Pada sebagian kecil perempuan, gejala dapat berkembang menjadi premenstrual dysphoric disorder (PMDD), kondisi yang lebih berat dibandingkan PMS biasa. PMDD dapat menyebabkan perubahan suasana hati ekstrem, iritabilitas berat, kecemasan, perasaan putus asa, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan yang nyata terhadap pekerjaan dan hubungan sosial. Gejalanya juga mengikuti pola siklus menstruasi, biasanya muncul pada fase sebelum menstruasi dan kemudian membaik setelah menstruasi dimulai. Karena dampaknya dapat signifikan terhadap kehidupan sehari-hari, PMDD membutuhkan evaluasi tenaga kesehatan.

Mencatat gejala selama beberapa siklus dapat membantu mengetahui apakah perubahan emosi memang memiliki hubungan yang konsisten dengan menstruasi. Catatan dapat memuat kapan rasa mudah marah, sedih, cemas, kelelahan, gangguan tidur, atau keluhan fisik mulai muncul dan kapan keluhan tersebut mereda. Informasi tersebut juga dapat membantu tenaga kesehatan membedakan PMS atau PMDD dari kondisi lain yang mempunyai gejala serupa. Pasalnya, gangguan kecemasan dan depresi dapat memburuk pada periode tertentu dalam siklus tanpa berarti seluruh gejalanya disebabkan oleh PMS. Penilaian berdasarkan pola waktu menjadi penting karena tidak terdapat satu pemeriksaan laboratorium khusus yang secara tunggal dapat memastikan PMS. Riwayat gejala selama siklus menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

Sejumlah perubahan gaya hidup dapat membantu sebagian perempuan mengelola keluhan pramenstruasi. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu kesehatan secara keseluruhan sekaligus mendukung kualitas tidur dan suasana hati. Tidur yang cukup juga penting karena kelelahan dapat memperburuk iritabilitas serta kemampuan menghadapi stres. Pola makan seimbang dan pengelolaan stres dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi keluhan. Beberapa orang juga merasa terbantu dengan mengurangi konsumsi kafein atau alkohol ketika mendekati menstruasi. Namun, respons terhadap perubahan gaya hidup dapat berbeda sehingga pendekatan yang efektif bagi satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama bagi orang lain.

Jika gejala tetap berat, tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan penanganan lebih lanjut berdasarkan jenis dan tingkat keparahan keluhan. Pilihan terapi dapat mencakup obat untuk mengendalikan gejala tertentu, kontrasepsi hormonal pada kondisi yang sesuai, atau antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), terutama pada PMDD. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan riwayat kesehatan, pola gejala, serta kebutuhan masing-masing pasien. Karena itu, penggunaan obat sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan pengalaman orang lain. Konsultasi juga penting apabila perubahan emosi mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan dengan orang lain, atau aktivitas sehari-hari. Gejala psikologis yang berat membutuhkan perhatian sebagaimana keluhan fisik lainnya.

Perubahan mood menjelang menstruasi pada akhirnya merupakan fenomena biologis yang dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon dan respons sistem saraf, bukan sekadar seseorang menjadi lebih “baper”. Meski demikian, tidak setiap perubahan emosi otomatis dapat dikaitkan dengan PMS sehingga pola kemunculan gejala tetap perlu diperhatikan. Keluhan ringan yang muncul secara konsisten menjelang menstruasi dan kemudian mereda biasanya dapat dikelola dengan perawatan diri dan pola hidup sehat. Sebaliknya, perubahan emosi yang sangat intens atau sampai menghambat aktivitas sehari-hari sebaiknya dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Memahami siklus dan mencatat perubahan tubuh dapat membantu perempuan mengenali kondisi yang masih termasuk keluhan pramenstruasi maupun gejala yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Dengan pemahaman tersebut, perubahan suasana hati menjelang menstruasi dapat ditangani secara lebih tepat tanpa menganggapnya hanya sebagai persoalan emosi sesaat.

Related Posts

Bea Cukai Rancang Skema Legalisasi Rokok Ilegal agar Masuk Jalur Resmi

Jakarta, 19 September 2026 – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyiapkan pendekatan baru untuk menangani peredaran rokok ilegal dengan mendorong produsen yang masih berada di luar sistem agar masuk ke…

Andra Soni Hormati Penghentian Pencarian Arupadhatu I, Pemantauan Tetap Berlanjut

Pandeglang, 18 September 2026 – Gubernur Banten Andra Soni menghormati keputusan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menghentikan operasi SAR terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu I yang hilang…

You Missed

Mood Berubah Menjelang Menstruasi Bukan Sekadar Baper, Hormon Punya Peran Besar

Mood Berubah Menjelang Menstruasi Bukan Sekadar Baper, Hormon Punya Peran Besar

AHY Tekankan Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Percepatan Pembangunan Papua

AHY Tekankan Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Percepatan Pembangunan Papua

Bea Cukai Rancang Skema Legalisasi Rokok Ilegal agar Masuk Jalur Resmi

Bea Cukai Rancang Skema Legalisasi Rokok Ilegal agar Masuk Jalur Resmi

Andra Soni Hormati Penghentian Pencarian Arupadhatu I, Pemantauan Tetap Berlanjut

Andra Soni Hormati Penghentian Pencarian Arupadhatu I, Pemantauan Tetap Berlanjut

Trump Klaim Iran Hubungi Washington Secara Langsung untuk Membahas Kesepakatan

Trump Klaim Iran Hubungi Washington Secara Langsung untuk Membahas Kesepakatan

Basarnas Masuki Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Operasi Bisa Diperpanjang Jika Ada Petunjuk Baru

Basarnas Masuki Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Operasi Bisa Diperpanjang Jika Ada Petunjuk Baru