Jakarta, 25 Mei 2026 – Chief Executive Officer Danantara Indonesia mengungkapkan bahwa PT Daya Strategis Indonesia (DSI) akan merekrut sejumlah tenaga ahli asing untuk mendukung pengembangan industri strategis nasional. Langkah tersebut disebut dilakukan guna mempercepat transfer teknologi, penguatan manajemen, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai proyek industri yang tengah dikembangkan perusahaan. Pernyataan itu langsung menjadi perhatian publik karena menyangkut kebijakan ketenagakerjaan dan arah pengembangan industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pihak Danantara menjelaskan perekrutan tenaga ahli asing bukan untuk menggantikan tenaga kerja lokal, melainkan sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan industri berbasis teknologi dan keahlian khusus. Menurut perusahaan, beberapa sektor strategis memang masih membutuhkan pengalaman internasional dan kompetensi teknis tertentu yang belum tersedia secara luas di dalam negeri. Kehadiran tenaga ahli asing disebut diharapkan mampu membantu transfer pengetahuan dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja nasional dalam jangka panjang.
PT DSI sendiri disebut akan fokus pada pengembangan sektor-sektor strategis seperti teknologi industri, energi, manufaktur modern, hingga pengolahan sumber daya alam bernilai tambah tinggi. Pemerintah dan Danantara menilai penguatan industri nasional membutuhkan kombinasi investasi, teknologi, dan sumber daya manusia yang kompetitif agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kolaborasi dengan tenaga ahli internasional dinilai menjadi salah satu langkah percepatan yang realistis dalam tahap awal pengembangan proyek-proyek besar.
Meski demikian, rencana perekrutan tenaga asing juga memunculkan beragam respons dari masyarakat dan pengamat ketenagakerjaan. Sebagian pihak memahami kebutuhan transfer teknologi dan pengalaman global, namun ada juga yang mengingatkan pentingnya prioritas terhadap tenaga kerja lokal. Pengamat ekonomi menilai kebijakan tersebut harus diimbangi dengan program pelatihan dan regenerasi sumber daya manusia nasional agar tenaga ahli Indonesia nantinya mampu mengambil alih posisi strategis secara bertahap.
Pihak Danantara menegaskan perekrutan tenaga ahli asing akan dilakukan secara selektif dan sesuai kebutuhan proyek tertentu. Perusahaan juga memastikan tetap membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk terlibat dalam seluruh proses pengembangan industri yang dijalankan. Selain itu, transfer keahlian kepada tenaga lokal disebut menjadi salah satu syarat utama dalam kerja sama dengan tenaga ahli internasional. Kebijakan ini diperkirakan masih akan menjadi perdebatan publik, terutama terkait keseimbangan antara kebutuhan investasi global dan perlindungan tenaga kerja nasional di masa depan.





