Jakarta, 25 Mei 2026 – Pemerintah mengungkap pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha tahun ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai mencapai sekitar Rp 100 miliar. Ribuan sapi tersebut akan didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari program bantuan kemasyarakatan Presiden menjelang perayaan Idul Adha. Informasi tersebut menjadi perhatian publik karena jumlah dan nilai anggaran yang tergolong besar.
Kementerian Sekretariat Negara menjelaskan pengadaan hewan kurban dilakukan untuk memenuhi kebutuhan distribusi bantuan Presiden ke seluruh provinsi, kabupaten, kota, lembaga keagamaan, hingga sejumlah pondok pesantren di berbagai wilayah Indonesia. Setiap sapi dipilih dengan standar kesehatan dan bobot tertentu agar layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat dan ketentuan kesehatan hewan. Pemerintah juga menyebut pengadaan dilakukan melalui proses administrasi dan pengawasan yang berlaku dalam penggunaan anggaran negara.
Selain sebagai bantuan sosial keagamaan, program pembelian sapi kurban dalam jumlah besar tersebut disebut sekaligus bertujuan membantu peternak lokal di berbagai daerah. Pemerintah mengklaim sebagian besar sapi dibeli langsung dari peternak dalam negeri sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi sektor peternakan rakyat menjelang Idul Adha. Banyak peternak disebut mendapat manfaat dari tingginya permintaan sapi kurban pemerintah tahun ini, terutama di sentra peternakan sapi di Jawa, NTB, dan beberapa wilayah Sumatera.
Meski demikian, besarnya anggaran pengadaan sapi kurban tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Sebagian pihak menilai program itu dapat membantu masyarakat serta mendukung ekonomi peternak lokal. Namun ada juga yang mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar untuk program bantuan kurban, terutama di tengah kebutuhan pembiayaan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Pemerintah menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan pengelolaan keuangan negara. Distribusi sapi kurban juga disebut akan diawasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait agar bantuan tepat sasaran dan diterima masyarakat yang membutuhkan. Program kurban Presiden sendiri telah menjadi tradisi tahunan yang dilakukan kepala negara menjelang Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap masyarakat di berbagai daerah Indonesia.





