Ular Sanca 3,5 Meter Bikin Geger Warga Sukabumi, Sempat Melintang dan Tutup Akses Jalan

Sukabumi, 22 September 2026 – Warga Kampung Babakan Jamapang, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan kemunculan seekor ular sanca batik berukuran besar di tengah jalan permukiman. Ular dengan panjang sekitar 3,5 meter dan bobot diperkirakan mencapai 20 kilogram itu keluar dari tempat persembunyiannya lalu merayap hingga ke badan jalan. Tubuh reptil tersebut sempat melintang sehingga menghalangi kendaraan yang hendak melewati lokasi. Sejumlah warga memilih berhenti dan menjaga jarak karena khawatir ular bergerak mendekati permukiman. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan.

Anggota Tagana Kecamatan Cidahu, Iwan Setiawan, membenarkan kemunculan ular berukuran besar tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun, sanca terlihat berada di tengah jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Ukuran tubuhnya yang cukup besar membuat warga tidak berani langsung menangkapnya tanpa peralatan memadai. Kehadiran ular juga sempat menghambat akses kendaraan karena pengendara memilih menunggu sampai kondisi dinyatakan aman. Petugas bersama warga kemudian berupaya mengendalikan situasi agar tidak terjadi insiden yang membahayakan manusia maupun satwa.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena ular masih aktif bergerak ketika ditemukan. Sejumlah warga membantu petugas mengamankan area agar orang yang berkumpul tidak berada terlalu dekat dengan reptil tersebut. Setelah melalui penanganan, sanca akhirnya berhasil ditangkap sehingga akses jalan kembali dapat digunakan. Tidak ada laporan warga mengalami luka akibat kejadian tersebut. Penangkapan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan ular agar satwa dapat ditangani lebih lanjut sesuai prosedur.

Kemunculan sanca di kawasan permukiman diduga berkaitan dengan lokasi persembunyiannya yang berada tidak jauh dari aktivitas warga. Ular jenis ini dapat berpindah tempat untuk mencari mangsa maupun lokasi yang dianggap lebih aman. Ketika keluar dari habitat atau tempat persembunyiannya, keberadaan reptil berukuran besar mudah menarik perhatian karena dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, sanca sepanjang beberapa meter memiliki kekuatan tubuh yang besar sehingga penanganannya membutuhkan kehati-hatian. Warga karena itu tidak dianjurkan melakukan penangkapan sendiri apabila tidak memiliki pengalaman dan perlengkapan yang sesuai.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena ular ditemukan pada jalur yang digunakan kendaraan dan masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, risiko tidak hanya berasal dari kemungkinan kontak dengan ular, tetapi juga kecelakaan akibat pengendara yang terkejut atau melakukan pengereman mendadak. Pengamanan lokasi menjadi langkah pertama yang penting sebelum proses evakuasi dilakukan. Masyarakat juga perlu menjaga anak-anak dan hewan peliharaan agar tidak mendekati lokasi penemuan. Setelah ular berhasil diamankan, warga dapat kembali menggunakan jalan dengan normal.

Petugas mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi pihak berwenang apabila menemukan ular atau satwa liar berbahaya di lingkungan tempat tinggal. Upaya memukul, mengejar, atau menangkap ular secara sembarangan justru dapat meningkatkan risiko serangan ketika satwa merasa terancam. Warga disarankan menjaga jarak sambil memantau posisi ular agar petugas lebih mudah melakukan evakuasi ketika tiba di lokasi. Area rumah yang memiliki tumpukan barang, semak lebat, saluran air, atau tempat gelap juga perlu diperiksa secara berkala karena dapat menjadi lokasi persembunyian reptil. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi kemungkinan satwa liar berada terlalu dekat dengan rumah.

Kemunculan sanca sepanjang 3,5 meter di Cidahu akhirnya dapat ditangani tanpa menimbulkan korban. Kejadian tersebut sempat membuat aktivitas warga terganggu karena tubuh ular yang besar menutup sebagian akses jalan. Respons cepat warga dan petugas membantu memastikan reptil dapat diamankan sebelum bergerak lebih jauh ke kawasan permukiman. Masyarakat di sekitar lokasi tetap diminta waspada terhadap kemungkinan keberadaan ular lainnya, terutama di area yang memiliki banyak semak dan tempat persembunyian alami. Penanganan oleh petugas menjadi pilihan paling aman apabila satwa liar kembali ditemukan di lingkungan permukiman.

Related Posts

Mendagri Tito Karnavian Setujui 15 RUU Kabupaten/Kota Dilanjutkan ke Paripurna

Jakarta, 20 September 2026 – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas nama pemerintah menyetujui 15 Rancangan Undang-Undang tentang Kabupaten/Kota untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI.…

Tim SAR Ungkap Perjuangan 10 Hari Mencari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Pandeglang, 20 September 2026 – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda menyisakan cerita perjuangan tim SAR gabungan menghadapi kondisi alam yang…

You Missed

Ular Sanca 3,5 Meter Bikin Geger Warga Sukabumi, Sempat Melintang dan Tutup Akses Jalan

Ular Sanca 3,5 Meter Bikin Geger Warga Sukabumi, Sempat Melintang dan Tutup Akses Jalan

Mendagri Tito Karnavian Setujui 15 RUU Kabupaten/Kota Dilanjutkan ke Paripurna

Mendagri Tito Karnavian Setujui 15 RUU Kabupaten/Kota Dilanjutkan ke Paripurna

Tim SAR Ungkap Perjuangan 10 Hari Mencari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tim SAR Ungkap Perjuangan 10 Hari Mencari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mood Berubah Menjelang Menstruasi Bukan Sekadar Baper, Hormon Punya Peran Besar

Mood Berubah Menjelang Menstruasi Bukan Sekadar Baper, Hormon Punya Peran Besar

AHY Tekankan Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Percepatan Pembangunan Papua

AHY Tekankan Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Percepatan Pembangunan Papua

Bea Cukai Rancang Skema Legalisasi Rokok Ilegal agar Masuk Jalur Resmi

Bea Cukai Rancang Skema Legalisasi Rokok Ilegal agar Masuk Jalur Resmi