Operasi SAR KM Virgo Hari ke-12, 36 Korban Meninggal dan 99 Orang Masih Dicari

Jakarta, 25 September 2026 – Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus dilakukan setelah jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi 36 orang. Berdasarkan pembaruan pada Kamis, 24 September 2026, sebanyak 99 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal. Sementara itu, 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat sejak proses evakuasi dimulai. Operasi pencarian telah memasuki hari ke-12 dengan melibatkan personel dan berbagai unsur SAR gabungan. Fokus pencarian kini diarahkan untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya, termasuk kemungkinan masih berada di dalam bangkai kapal.

Data manifes menunjukkan KM Virgo Transport 8 membawa 213 penumpang dan 30 awak kapal ketika mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Pada tahap awal operasi, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi ikut memberikan bantuan setelah menerima pesan mengenai kondisi darurat. Sebanyak 114 korban berhasil dievakuasi pada fase awal, terdiri dari 108 orang selamat dan enam korban meninggal dunia. Jumlah korban meninggal kemudian terus bertambah setelah tim SAR melakukan pencarian lanjutan di sekitar lokasi dan bangkai kapal. Perkembangan tersebut membuat pencarian terhadap 99 orang lainnya tetap menjadi prioritas utama operasi.

Operasi berskala besar telah dilakukan dengan mengerahkan sekitar 1.256 personel gabungan dan 17 kapal untuk menyisir wilayah pencarian. Dukungan udara juga melibatkan dua helikopter Basarnas, satu helikopter TNI AL, pesawat Boeing TNI AU, serta satu helikopter kepolisian. Armada tersebut digunakan untuk memperluas pemantauan sekaligus mendukung proses pencarian pada kawasan yang sulit dijangkau hanya melalui jalur laut. Selain pencarian di permukaan, tim penyelam terus berusaha memeriksa bagian bangkai kapal yang diduga masih terdapat korban. Seluruh unsur harus menyesuaikan metode operasi dengan perubahan kondisi laut yang dapat memengaruhi keselamatan personel.

Salah satu kendala terbesar dalam pencarian adalah kondisi arus bawah laut yang sangat kuat. Arus di lokasi dilaporkan dapat mencapai sekitar enam hingga tujuh knot, jauh melampaui kemampuan normal penyelam untuk bekerja dengan aman. Kondisi tersebut membuat penyelaman hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, terutama ketika terjadi pergantian pasang dan arus untuk sementara melemah. Kesempatan tersebut relatif singkat sehingga tim harus menentukan bagian kapal yang menjadi prioritas pemeriksaan. Faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama karena memaksakan penyelaman ketika arus kuat dapat membahayakan personel SAR.

Proses identifikasi terhadap korban meninggal juga berlangsung bersamaan dengan operasi pencarian. Tim Disaster Victim Identification melakukan pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem yang diperoleh melalui pemeriksaan jenazah. Pemeriksaan dapat menggunakan sidik jari, data gigi, rekam medis, properti pribadi hingga sampel DNA apabila diperlukan. Hingga 24 September, sebanyak 20 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari 42 jenazah yang saat itu tercatat telah ditemukan dalam pembaruan berikutnya. Perbedaan angka dengan laporan 36 korban meninggal mencerminkan pembaruan data yang berlangsung cepat sepanjang operasi evakuasi pada hari yang sama.

Basarnas juga menilai proses penanganan bangkai kapal atau salvage perlu dipercepat untuk mendukung evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam kapal. Langkah tersebut menjadi penting karena keterbatasan penyelaman membuat tidak seluruh ruangan dapat diperiksa secara langsung. Pelaksanaan salvage diharapkan dapat berjalan paralel dengan operasi pencarian sehingga akses terhadap bagian kapal yang selama ini sulit dijangkau menjadi lebih terbuka. Upaya tersebut membutuhkan koordinasi karena kondisi bangkai, arus laut, serta keselamatan personel harus diperhitungkan secara bersamaan. Setiap perkembangan dari proses ini akan menentukan strategi pencarian berikutnya.

Operasi KM Virgo Transport 8 masih menjadi perhatian karena puluhan keluarga belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Angka 36 korban meninggal dan 99 orang dalam pencarian merupakan pembaruan pada 24 September sebelum data kembali bergerak seiring ditemukannya korban tambahan pada hari yang sama. Tim SAR terus melakukan pencarian dengan menggabungkan penyisiran permukaan, dukungan udara, penyelaman, dan rencana penanganan bangkai kapal. Sementara itu, proses identifikasi terhadap jenazah yang telah ditemukan tetap dilakukan secara bertahap sebelum diserahkan kepada keluarga. Pencarian diharapkan dapat terus memberikan kepastian mengenai seluruh penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang tercatat dalam manifes kapal.

Related Posts

Makam Berbentuk Piramida Era Romawi Ditemukan di Oasis Dakhla Mesir

Kairo, 26 September 2026 – Sebuah misi arkeologi Mesir menemukan makam unik berbentuk piramida yang berasal dari periode Romawi di situs Bir al-Shaghala, Oasis Dakhla, Provinsi New Valley, Mesir barat…

Dayton Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Ban DT30 dan H/T100 untuk Pasar Nasional

Jakarta, 24 September 2026 – Merek ban Dayton resmi memasuki pasar Indonesia dengan membawa dua produk, yakni DT30 dan H/T100. Kehadiran kedua model tersebut menjadi langkah awal Dayton untuk memperluas…

You Missed

Makam Berbentuk Piramida Era Romawi Ditemukan di Oasis Dakhla Mesir

Makam Berbentuk Piramida Era Romawi Ditemukan di Oasis Dakhla Mesir

Operasi SAR KM Virgo Hari ke-12, 36 Korban Meninggal dan 99 Orang Masih Dicari

Operasi SAR KM Virgo Hari ke-12, 36 Korban Meninggal dan 99 Orang Masih Dicari

Mbappe Sempat Absen Latihan, Debut Zidane Bersama Prancis Dibayangi Kekhawatiran

Mbappe Sempat Absen Latihan, Debut Zidane Bersama Prancis Dibayangi Kekhawatiran

Dayton Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Ban DT30 dan H/T100 untuk Pasar Nasional

Dayton Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Ban DT30 dan H/T100 untuk Pasar Nasional

Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Rumahan Tembakau Sintetis di Jakarta Pusat

Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Rumahan Tembakau Sintetis di Jakarta Pusat

Ular Sanca 3,5 Meter Bikin Geger Warga Sukabumi, Sempat Melintang dan Tutup Akses Jalan

Ular Sanca 3,5 Meter Bikin Geger Warga Sukabumi, Sempat Melintang dan Tutup Akses Jalan