Jakarta, 31 Agustus 2026 – Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Kelas (Porseka) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut dan memperkuat semangat santri baru. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk beradaptasi sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan pesantren.
Porseka diisi dengan berbagai kegiatan olahraga dan seni yang melibatkan para santri. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong interaksi antarsantri sehingga mereka dapat lebih mudah mengenal satu sama lain.
Bangun Kekompakan Santri
Kegiatan olahraga dan seni memberikan kesempatan kepada santri baru untuk bekerja sama dalam kelompok. Mereka belajar membangun komunikasi, menjaga kekompakan, serta menghargai perbedaan kemampuan dan karakter teman-temannya.
Semangat kompetisi juga diarahkan agar tetap menjunjung sportivitas. Santri tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga belajar menerima hasil pertandingan dan menghargai lawan.
Jadi Ruang Pengembangan Bakat
Porseka juga menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran. Berbagai cabang olahraga dan seni memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat membantu pihak pesantren mengenali potensi santri sejak awal. Bakat yang terlihat selama kegiatan dapat terus dikembangkan melalui aktivitas dan pembinaan di lingkungan pesantren.
Perkuat Adaptasi di Lingkungan Pesantren
Bagi santri baru, masa awal berada di pesantren menjadi periode penting untuk beradaptasi dengan lingkungan, aturan, serta pola kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Kegiatan bersama seperti Porseka dapat membantu menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan.
Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki pengalaman baru, tetapi juga semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan di pesantren.
Porseka Ponpes Darunnajah pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun karakter santri melalui olahraga, seni, kerja sama, dan sportivitas. Semangat kebersamaan yang terbentuk diharapkan dapat terus terbawa dalam kegiatan belajar maupun aktivitas pesantren lainnya.





