Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Soroti Ranperda Kesehatan yang Dinilai Belum Maksimal Atur Pencegahan Stunting

Jakarta, 11 Mei 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menilai rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang kesehatan masih belum maksimal dalam mengatur upaya pencegahan stunting. Sejumlah anggota dewan meminta pemerintah daerah memperkuat substansi aturan agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Menurut DPRD, isu stunting harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan kesehatan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pencegahan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi keluarga.

Beberapa anggota dewan menilai Ranperda yang sedang dibahas masih terlalu umum dan belum mengatur langkah teknis serta tanggung jawab lintas sektor secara rinci. Padahal, penanganan stunting membutuhkan koordinasi kuat antara bidang kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Dampaknya tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, kesehatan, dan produktivitas anak di masa depan.

Pemerintah pusat maupun daerah selama beberapa tahun terakhir memang menjadikan penurunan angka stunting sebagai salah satu prioritas nasional. Berbagai program bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, hingga edukasi pola makan sehat terus digencarkan.

Pengamat kesehatan masyarakat menilai regulasi daerah memiliki peran penting dalam memperkuat implementasi program pencegahan stunting di lapangan. Aturan yang jelas dinilai dapat membantu memperkuat pengawasan dan koordinasi antarinstansi.

DPRD DKI juga mendorong agar Ranperda kesehatan memuat target, indikator, dan mekanisme evaluasi yang lebih konkret sehingga hasil penanganan stunting dapat diukur secara jelas dari waktu ke waktu.

Pembahasan Ranperda tersebut masih terus berlangsung antara legislatif dan pemerintah daerah. DPRD berharap regulasi yang nantinya disahkan benar-benar mampu menjadi landasan kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting di Jakarta.

Related Posts

Pengadil Final Piala Dunia 2026 Pernah Pimpin Laga Saat Argentina Menelan Kekalahan

Jumat, 17 Juli 2026 Penunjukan wasit untuk memimpin final Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan. Menariknya, pengadil yang dipercaya memimpin duel antara Spanyol dan Argentina itu memiliki catatan pernah berada…

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Sorotan, Kompolnas Harap Berdampak Positif bagi Keamanan

Jakarta, 14 Mei 2026 – Kenaikan pangkat jabatan Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal atau bintang tiga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Komisi Kepolisian Nasional. Lembaga tersebut berharap perubahan…

You Missed

Kadin Dorong RUU Kadin untuk Perkuat Kapasitas dan Daya Saing UMKM Indonesia

Kadin Dorong RUU Kadin untuk Perkuat Kapasitas dan Daya Saing UMKM Indonesia

PBB Serukan Penyelidikan Menyeluruh atas Serangan Bandara Internasional Riyadh

PBB Serukan Penyelidikan Menyeluruh atas Serangan Bandara Internasional Riyadh

Harga Cabai Rawit Tembus Rp132.850 per Kg, PIHPS Catat Telur Ayam Rp32.150

Harga Cabai Rawit Tembus Rp132.850 per Kg, PIHPS Catat Telur Ayam Rp32.150

Sedan Hancur Usai Tabrak Truk Pengangkut Hebel di Tol Jagorawi, Pengemudi Diduga Mengantuk

Sedan Hancur Usai Tabrak Truk Pengangkut Hebel di Tol Jagorawi, Pengemudi Diduga Mengantuk

SIM Keliling Jakarta Minggu 11 Oktober 2026 Hanya Buka di Dua Lokasi, Simak Ketentuannya

SIM Keliling Jakarta Minggu 11 Oktober 2026 Hanya Buka di Dua Lokasi, Simak Ketentuannya

Dewan Pers Dorong Solidaritas Jurnalis ASEAN Hadapi Tantangan Platform Digital

Dewan Pers Dorong Solidaritas Jurnalis ASEAN Hadapi Tantangan Platform Digital